Keindahan Alam Tertutup Akses Buruk, Jalan Rusak di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Disorot



KABARPENANUSANTARA.WEB.ID

BOGOR – Kondisi jalan yang rusak  di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), khususnya di wilayah Gunung Salak Endah (GSE), Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menuai keluhan dari para wisatawan. Kerusakan jalan yang berlubang dan bergelombang dinilai membahayakan serta membuat pengunjung berpikir ulang untuk datang berwisata.

Salah satu destinasi wisata
Curug Cihurang 

Padahal, kawasan TNGHS dikenal memiliki pesona alam yang luar biasa. Nuansa hutan yang masih alami, udara sejuk, serta deretan curug (air terjun) yang eksotis menjadikan kawasan ini sangat direkomendasikan, baik untuk berlibur, berkemah (camping), maupun sekadar melepas penat dari hiruk pikuk kehidupan perkotaan.

Namun sangat disayangkan, akses jalan yang tidak memadai justru menjadi hambatan utama.

Mahasiswa Fakultas Geologi 
Universitas Pakuan Bogor 

Seperti yang diungkapkan oleh sejumlah mahasiswa Fakultas Geologi Universitas Pakuan Bogor saat melakukan kunjungan penelitian di kawasan Curug Cihurang. Salah satu mahasiswa, Reno Pebrian,  yang datang bersama rekan-rekannya—Shella Alaina, Ghaiyyas Akhtar Fattan  dan Rahmawan Latif Nugroho menyampaikan kekhawatirannya.

“Sungguh sangat disayangkan kondisi jalan di kawasan TNGHS ini rusak parah, terutama bagi pengguna sepeda motor. Kami khawatir bisa terjadi kecelakaan karena banyak jalan berlubang dan bergelombang. Kondisi ini membuat wisatawan menjadi enggan untuk datang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Curug Cihurang 

Kehadiran para mahasiswa tersebut selain untuk menikmati keindahan wisata alam, juga dalam rangka penelitian geologi. Mereka melakukan pengamatan terhadap berbagai jenis batuan yang terdapat di sekitar kawasan curug. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim untuk meneliti di lokasi curug yang berbeda.

Keluhan serupa juga datang dari para pedagang lokal yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas wisata di kawasan tersebut. Mereka mengaku jumlah pengunjung mengalami penurunan drastis.

“Sangat terasa sepi sekarang. Dulu saat kondisi jalan masih bagus, setiap hari Sabtu dan Minggu kawasan ini ramai pengunjung. Tapi sekarang, per tanggal 2 April 2026, pengunjung menurun drastis. Wisatawan sudah mulai jarang datang,” ungkap salah satu pedagang di sekitar kawasan wisata.

Menurut mereka, kondisi jalan yang rusak menjadi salah satu penyebab utama menurunnya minat wisatawan. Banyak pengunjung yang enggan datang karena harus melewati akses jalan yang rusak dan berisiko.

“Mungkin pengunjung malas ke sini karena jalannya rusak. Padahal dulu ramai, sekarang sangat sepi,” tambahnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Umum Asosiasi Jurnalis Nusantara Indonesia (AJNI), Achmad Hidayat, turut memberikan pernyataannya setelah melihat langsung kondisi jalan di dalam kawasan.

“Potensi wisata di TNGHS ini luar biasa dan sangat layak menjadi destinasi unggulan, baik tingkat lokal maupun internasional. Namun, infrastruktur jalan yang rusak menjadi kendala serius yang harus segera ditangani. Kami berharap adanya perhatian dan langkah konkret dari pihak terkait agar akses jalan diperbaiki, sehingga sektor pariwisata bisa tumbuh, berkembang, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” tegasnya.

Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi pengelola kawasan serta pemangku kebijakan terkait, agar keindahan dan potensi besar Taman Nasional Gunung Halimun Salak tidak terhambat hanya karena persoalan infrastruktur dasar. ( TIM / RED )

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama