Kabar pena Nusantara
DEPOK 15 - September - 2026 Dugaan keterlibatan oknum TNI aktif sebagai dalang sindikat penimbunan BBM bersubsidi jenis solar mencuat di Kota Depok. Sebuah lahan kosong yang beralih fungsi menjadi gudang penampungan ribuan liter solar subsidi di Jalan Raya KSU Tanah Komdigi kini menjadi sorotan publik, beroperasi berbulan-bulan lamanya namun hingga kini belum tersentuh aparat penegak hukum.
Berdasarkan penelusuran mendalam di lapangan, lokasi tersebut dipenuhi tandon-tandon besar yang diduga menampung puluhan ribu liter solar subsidi. Lahan yang dikelilingi pagar seng ini dijadikan pusat penyimpanan hasil penyerapan BBM subsidi yang dilakukan secara terencana dan berulang-ulang, seolah memiliki kekebalan dari pengawasan pihak berwenang.
Praktik penyalahgunaan BBM subsidi solar ini disinyalir telah berlangsung berbulan-bulan lamanya. Selama itu pula, aktivitas pengisian, penampungan, hingga kemungkinan pendistribusian kembali dilakukan secara terbuka namun tetap lolos dari pantauan aparat penegak hukum, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Modus operandi sindikat ini sangat terorganisir dan tersistem: menggunakan kendaraan berjenis Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero yang bolak-balik mengisi solar di berbagai SPBU wilayah Jakarta Timur, Depok, hingga Bogor. Para pelaku menggunakan banyak nomor barcode serta bergonta-ganti pelat nomor kendaraan untuk menyerap kuota solar subsidi melebihi batas yang ditetapkan negara agar tidak terdeteksi.
Hasil temuan di Tanah Komdigi memperkuat dugaan adanya keterlibatan langsung dari oknum TNI AU yang berdinas aktif di wilayah tersebut. Hal ini terlihat dari terpantaunya truk berplat kesatuan TNI AU yang masuk keluar area gudang penimbunan, mengarah pada kesimpulan bahwa jaringan ini didukung dan dilindungi oleh pihak yang memiliki wewenang di kesatuan militer setempat.
Keberadaan jaringan ini tentu sangat merugikan negara dan rakyat luas. BBM subsidi yang seharusnya dinikmati oleh masyarakat yang berhak justru diserap secara besar-besaran oleh oknum untuk keuntungan pribadi, sementara masyarakat yang membutuhkan seringkali kesulitan mendapatkan pasokan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak pihak kepolisian Polsek Sukmajaya, Polres Depok, serta Subkogartap 0508 Depok untuk segera turun tangan, mengusut tuntas, dan menindak tegas gudang penimbunan solar subsidi tersebut tanpa pandang bulu, tak peduli pangkat maupun jabatan. Negara tidak boleh terus dirugikan oleh oknum yang justru seharusnya menjaga kedaulatannya.
:RED




Posting Komentar