Kabar pena Nusantara
Bogor 29-05-2026 Proyek ambisius penggantian Jembatan Kedep di jalur strategis Jalan Cileungsi–Cibinong (Citeureup) KM 62+440 kini resmi bergulir, menandai awal dari perombakan infrastruktur vital yang menghubungkan Desa Tlajung Udik dan Desa Nambo, Kabupaten Bogor. Namun, di balik semangat pembangunan, muncul pertanyaan: Bagaimana warga akan menghadapi tantangan selama proses konstruksi yang diperkirakan berlangsung hingga tujuh bulan ini?
Pantauan media pada Jumat (29/05/2026) mengungkap tahap awal pembongkaran beton dan aspal jembatan lama tengah berjalan, sementara kendaraan roda dua dan pejalan kaki masih diperbolehkan melintas bergantian dengan pengawasan ketat. Dengan nilai kontrak hampir 46 miliar rupiah dan pengerjaan yang melibatkan PT Tri Manunggal Karya bersama mitra teknisnya, proyek ini menjanjikan jembatan yang lebih aman dan modern.
Namun, manajer proyek Maman Firmansyah mengakui sejumlah kendala teknis yang tengah dihadapi, serta tantangan dalam menyediakan jalur alternatif sementara yang aman khususnya bagi warga dan pekerja. “Kami tengah menjajaki penggunaan jalur di atas pipa gas sebagai akses alternatif, tetapi tentu harus koordinasi ketat dengan pihak terkait,” ujarnya.
Keselamatan selama pembangunan menjadi perhatian utama, dengan himbauan bagi warga agar ekstra hati-hati melewati lokasi kerja yang penuh aktivitas alat berat dan getaran.
Masyarakat pun diimbau untuk bersabar dan tetap mendukung proyek yang dinilai akan meningkatkan kelancaran dan keselamatan akses transportasi di kawasan tersebut. Pengawasan ketat oleh konsultan dari Dinas PU Provinsi Jawa Barat dan mitra pengawas memastikan kualitas dan ketepatan waktu pengerjaan sesuai standar.
Kini, sorotan tertuju pada bagaimana sinergi antara kontraktor, pemerintah, dan masyarakat dapat berjalan lancar, menjadikan Jembatan Kedep tak hanya penghubung dua desa, tetapi juga lambang kemajuan dan komitmen terhadap keselamatan warga Kabupaten Bogor.
AA INC


Posting Komentar