Kabar pena Nusantara
Bogor – 23/01/2026 Munculnya longsor di area bibir Setu pada proyek Guna Operasional Masyarakat (GOM) di Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, menimbulkan sorotan tajam terhadap perencanaan dan kajian teknis pembangunan yang dinilai tidak memperhitungkan karakteristik tanah di lokasi tersebut.
Secara teknis, kawasan bibir Setu merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap pergerakan tanah, terutama saat terjadi peningkatan debit air dan perubahan struktur tanah. Kondisi ini seharusnya menjadi dasar utama dalam penyusunan kajian geoteknik, desain struktur penahan, serta sistem drainase sebelum pembangunan dilaksanakan.
Namun longsor yang kini terjadi mengindikasikan adanya kelemahan serius dalam perhitungan teknis, baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan. Tidak ditemukannya pengamanan lereng yang memadai memunculkan dugaan bahwa proyek ini tidak didukung kajian stabilitas tanah yang komprehensif, atau kajian tersebut tidak diterapkan secara konsisten di lapangan.
Proyek GOM yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena dugaan tidak sesuai perencanaan awal dan disebut rampung pada akhir 2025, kini justru dipertanyakan dari sisi ketahanan konstruksi jangka panjang. Secara teknis, kegagalan mengantisipasi potensi longsor menandakan bahwa pembangunan dilakukan tanpa mitigasi risiko yang memadai.
Selain itu, aspek teknis yang berkaitan langsung dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga dinilai tidak menjadi prioritas. Padahal, dalam proyek konstruksi di zona rawan, K3 merupakan bagian integral dari kajian teknis yang tidak dapat dipisahkan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa proyek GOM Rancabungur berpotensi menjadi pembangunan bermasalah, yang tidak hanya mengancam lingkungan sekitar, tetapi juga berisiko menghamburkan ratusan juta rupiah anggaran publik akibat perencanaan yang lemah.
Masyarakat mendesak agar instansi teknis terkait segera membuka dokumen perencanaan, termasuk kajian tanah, desain struktur, serta metode konstruksi yang digunakan. Evaluasi teknis dinilai mendesak guna memastikan apakah proyek tersebut layak secara struktur atau justru perlu dilakukan peninjauan ulang secara menyeluruh.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas teknis mengenai dasar kajian teknis yang digunakan dalam pembangunan GOM tersebut


Posting Komentar