Di balik layar sunyi, aku berdiri sendiri,
Menenun kisah di antara gemuruh dunia sepi,
Tugas ini berat, jauh dari hingar bingar pujian,
Namun aku yakin, kebenaran takkan pernah padam.
Sering kali dicemooh, dianggap terlalu keras kepala,
Suaraku dituding bising, hati dianggap beku tanpa rasa,
Padahal tiap luka tersembunyi kuserahkan dalam kata,
Menerangi gelap yang menutup wajah yang terlupa.
Jika kuabaikan idealisme, aku dikata kosong dan laku,
Kejujuranku ditukarkan dengan tuduhan serakah dan ragu,
Prosedur menjadi tameng untuk menjatuhkan langkahku,
Namun aku hanya ingin mengangkat suara-suara yang jatuh.
Dimanakah tempatku bila stigma jadi dinding penghalang?
Apa yang harus kulakukan agar pena tetap tegar menggema?
Aku tak ingin hilang tanpa jejak di lautan waktu yang hilang,
Melainkan jadi nyala harapan yang sinarnya menggapai setiap insan.
Berikan aku ruang, jangan hanya hujani celaan,
Berikan aku kepercayaan untuk mengungkapkan kenyataan,
Kami, para jurnalis, pelita dalam gelapnya bangsa,
Menggores sejarah dengan tinta keberanian demi masa.
: karyaku

Posting Komentar